Jumat, 21 Oktober 2011

Pelajar Indonesia di Jepang Puasa Lebih Lama

Padang (ANTARA) - Para pelajar asal Indonesia menjalani suasana bulan puasa berbeda di Jepang dengan waktu puasa lebih panjang karena dalam kondisi musim panas.

Waktu berpuasa dimulai saat imsak sekitar pukul 03.26 waktu setempat hingga maghrib pada pukul 18.30, kata Pelajar Indonesia asal Pekanbaru, Riau, Hazalya (26) di Tokyo, Jepang, yang dihubungi melalui telepon dari Padang, Minggu.

Bulan ramadhan yang juga bertepatan dengan musim panas, katanya, waktu siangnya lebih lama daripada malam.

Hazalya, alumni Sastra Jepang, Universitas Bung Hatta Padang itu mengaku suasana puasa di Jepang di musim panas menjadi agak berat.

Disebutkannya, suhu di Tokyo kini berkisar 35 hingga 38 derajat celcius, namun panasnya dirasa lebih panas daripada di Indonesia.

Karena ada pekerjaan sampingan di sebuah restoran Indonesia di Tokyo saat malam, ia yang juga kuliah di International Travel & Hotel Business Nakamura di Chiba itu mengaku sulit membagi waktu untuk melaksanakan tarawih di masjid.

Apalagi, masjid dari dekat tempat tinggalnya agak jauh jarak tempuhnya, sehingga ia memilih melaksanakan tarawih di rumah.

Hal serupa dirasakan Yeni (30), seorang pelajar asal Padang yang juga tengah menuntut ilmu sekaligus bekerja di Jepang.

Yeni mengatakan, meskipun menjalani puasa di Jepang sangat berat, namun baginya itulah tantangannya sebagai Umat Muslim.

Matahari di Jepang saat musim panas sekarang menurutnya sangat menyengat kulit, karena tingkat kelembapanya lebih tinggi.

Waktu imasak dan berbuka, katanya, setiap hari berbeda, namun makin hari imsak semakin lama dan waktu berbuka semakin cepat.

Dikatakannya, di Jepang bulan puasa dapat masuk pada musim yang berbeda.

Pada musim dingin, kata Yeni yang telah merasakannya, waktu puasanya lebih singkat, tapi tingkat perasaan lapar lebih tinggi karena diiringi dengan suhu yang sangat dingin.

Menurutnya momen yang paling dirindukan adalah berbuka puasa bersama keluarga di kampung, apalagi menjelang lebaran.

Sebelumnya, penentuan awal bulan puasa di Tokyo mengacu pada pengumuman di Islamic Center.

Sedikitnya 25 ribu warga Indonesia di Jepang sebagian besar berada di Jepang dalam rangka menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi, juga ada yang bekerja di beberapa kantor swasta


ini saya ambli salah satu blog
http://fitrotunmaryono.multiply.com/journal/item/16/INI_PUASA_DI_JEPANG_BUNG


INI PUASA DI JEPANG BUNG

Alhamdulillah…., aku dipertemukan lagi dengan bulan romadhon, dan hari senin adalah puasa pertamaku di Tokyo, Jepang. Berbeda memang, karena aku berpuasa tanpa di damping keluarga…tanpa cerianya anak dan istri. 

Sangat berbeda dengan kondisi di Indonesia, mungkin itulah kata hatiku tadi siang… Di Indonesa ketika bulan puasa tiba..banyak tulisan hormatilah orang berpuasa…banyak warung disurung tutup dll. Ibaratnya Aku puasa maka kamu yang tidak puasa harus menghormati aku.

Tetapi ini di Jepang Bung! Siapa yang akan menghormati kamu kalau puasa? Siapa yang tahu kalau kamu puasa? Bahkan mungkin, kalau kamu menceritakan tentang puasamu kepada orang Jepang, paling dia akan bertanya, “What is fasting?” Dan kamu berusaha sedetil mungkin untuk menjelaskan dengan bangganya bahwa puasa itu tidak boleh makan, minum, mulai terbit fajar sampai detil sekali supaya mereka respect supaya mereka kasihan. Sejenak kamu akan mendapatkan kebanggaan dengan terpananya orang Jepang itu. Akan tetapi, di akhir cerita paling-paling orang Jepang itu akan memuji “Sugoi desune (hebat sekali ya).” Hanya itu yang kau dapatkan. Selanjutnya, setiap kali bertemu dengannya dia akan bertanya “Daijobu desuka? (kamu ndak apa-apa hari ini?)”

Sering terbenak dalam pikiranku “Aku lagi puasa, tolong dong hormatilah orang berpuasa!” Aku berusaha menghilangkan perasaan itu, tetapi bagaimanapun sulit menghapusnya sampai bersih di hati ini. Aku juga sadar betul bahwa kalau perasaan itu ada dihatiku maka aku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong. Dan, kesombongan itulah yang akan melumatkan nilai pahala puasaku. Bagaimana mungkin aku akan puasa kalau tidak ada pahala? Bagaimana mungkin setelah seharian berpuasa cuma dapat lapar dan dahaga tidak mendapat pahala.

Ka…ka…ka… rasain loe, Salahnya sendiri membawa-bawa urusan dengan Tuhanmu, ke dalam urusan dengan sesamamu. Ya hanya kesombongan itu jadinya. Kamu di Jepang Bung! Jarang ada orang Jepang yang tahu akan puasa.

Di Jepang ini warung buka di mana-mana, bahkan banyak diantaranya yang buka sampai 24 jam. Ketika di Indonesia, betapa kumandang suara adzan ini menjadi acara favorit yang ditunggu-tunggu banyak orang…walaupun setelah itu tidak segera sholat…masih berleha-leha, masih menunda-nunda sholat….Kagak salah kalau Emha Ainun Najib..pernah bilang Manusia harus respect dan malu sama syaitan...Syaitan aja ketika mendengan nama tuhan alloh aja takut…ini yang namanya manusia kagak takut mendengar adzan berkumandang…

Aku ingat betul suasana ramadhan di kampung, malamnya setelah sholat terawih, kami bersama teman-teman sebaya tadarus keliling dari tumah ke rumah, habis itu tidur di Sekretariat Masjid Albarokah Warohmah. Ya, apalagi kalau bukan untuk ronda, membangunkan orang-orang kampung untuk makan sahur. Belum lagi, ini malam sahur pertama. Jangan sampai orang-orang sekampung tidak puasa karena lupa tidak sahur.

Tapi ini Jepang Bung! Mana ada ronda, mana ada orang yang berteriak sahur-sahur…Aku hanya mencari informasi dari internet waktu sahur dan waktu buka serta waktu sholat. Di Indonesia kamu selalu diingatkan oleh lingkunganmu bahwa kamu sedang puasa. Warung-warung yang biasanya terbuka ditutup kain, karaoke diskotik ditutup bahkan dipaksa tutup, apalagi panti pijat dan lokalisasi sama sekali tidak diijinkan beroperasi. Dan ada kelompok tertentu yang mengobrak-ngabrik tempat hiburan, warung makan di pinggir jalan hanya karena tidak menutup warungnya. 

Masya Alloh, apa untungnya dilakukan itu. Yah, mungkin terselip jawaban seperti perasaanku siang tadi: “Hormatilah orang yang sedang puasa”, “Hormatilah orang yang sedang menjalankan ibadah Ramadhan”, “Jangan mengganggu orang yang sedang puasa”, dan kalimat-kalimat sejenis lainnya. Itu namanya kesombongan Bung! Tapi ini bukan di Indonesia, ini di Jepang. Kehidupan sehari-hari tidak ada perubahan…. Baik bulan ramadhan maupun bulan-bulan lain sama. Aku tersadar, bahwa puasaku hanya semata-mata urusanku dengan “Yang di atas sana”. Aku berpuasa untuk diriku sendiri, kalaupun dengan sesama paling-paling hanya untuk mengajari anakku latihan puasa, bukan untuk pamer kepada orang Jepang di sekitarku.

Sombong dan Egois? Kamu minta lingkungan Jepangmu untuk menghormatimu? Mana mungkin kau dapatkan. Di sinilah perasaan “gila hormat” itu mencapai titik terendah, dan Insya` Alloh kesombongan itu hilang. Di sini pula aku dapat melakukan puasa yang sesungguhnya, hanya semata-mata demi Gusti Alloh Tuhanku, Gusti yang menguasai hidup. Tanpa ada yang mengomando, tanpa ada warung yang tertutup, tanpa ada karaoke dan diskotik tutup, apalagi ada sekelompok orang yang mengobrak-ngabrik warung dipinggir jalan yang justru “merendahkan” agamaku. Sedih rasanya kenapa agama islam yang katanya agama cinta kasih..tetapi umatnya berperilaku demikian…Apakah rosul mengajari seperti itu…

Aku teringat sebuah pesan yang sering ku…dengar. “Puasamu ini hanyalah urusanmu dengan Tuhan Pengeranmu” yang maha kuasa. Jadi kamu gak usah gila hormat minta dihormati ketika kamu berpuasa, gak usah warung-warung itu disuruh tutup….kasihan orang non muslim pun butuh cari rejeki…. Kamu gak puasa juga tuhanmu itu gak rugi…puasa itu untuk dirimu dan kepentinganmu sendiri mas.

Patung Sudirman Berdiri di Kementrian Jepang



Peresmian Patung Jenderal Sudirman di Kementrian Pertahanan Jepang di Tokyo (VIVAnews / Dokumentasi Kedubes Jepang )
Ini merupakan hadiah dari Kementerian Pertahanan RI kepada Kementerian Pertahanan Jepang
Peresmian Patung Jenderal Sudirman di Kementrian Pertahanan Jepang di Tokyo (VIVAnews / Dokumentasi Kedubes Jepang )
VIVAnews – Pemerintah Indonesia menghadiahkan Jepang berupa sebuah patung perunggu PETA berbentuk Panglima Besar Jenderal Sudirman. Menurut Menteri Pertahanan Indonesia, Purnomo Yusgiantoro, pemberian patung jadi simbol kian eratnya persahabatan antara kedua negara.

Menurut Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Jakarta, upacara pembukaan selubung Patung Perunggu PETA diselenggarakan di Kementerian Pertahanan Jepang di Tokyo, Jumat 14 Januari 2011.

“Patung PETA (Patung Jenderal Sudirman) ini merupakan hadiah dari Kementerian Pertahanan RI kepada Kementerian Pertahanan Jepang,” demikian menurut Kedubes Jepang.

Dari pihak Jepang, hadir Menteri Pertahanan (Menhan) Toshimi Kitazawa, Wakil Menhan Jun Azumi, dan sejumlah pejabat tinggi militer. Dari pihak Indonesia, selain Menhan Purnomo, juga hadir Staf Ahli Menteri Sumadi, Dubes RI untuk Jepang M. Lutfi, Wakil Yayasan Peta H. Tinton Suprapto, dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.

Menhan Purnomo pada kunjungan ke Jepang kali ini, selain meninjau Akademi Pertahanan, juga menghadiri pertemuan Kementerian Pertahanan Jepang dan Indonesia bersama Menhan Kitazawa. Setelah itu melakukan kunjungan kehormatan kepada PM Naoto Kan dan Menteri Luar Negeri Maehara.

Inilah Kondisi Warnet di Jepang: Sangat Bersih Dan Super Privasi



Kita pasti udah familiar dengan warnet. Kebanyakan di Indonesia warnetnya dibagi menjadi sekat kecil yang terbuka. sumpek dan nggak nyaman. Lalu seperti apakah warnet di luar negeri khususnya di Jepang?. yuk kita lihat-lihat seperti apa sih WarNet (Internet Cafe) di Jepang sana.

Seperti juga di Indonesia, internet cafe di Jepang juga cukup banyak walaupun boleh dibilang hampir setiap rumah sudah mempunyai koneksi internet. Dan kebanyakan juga buka selama 24 jam.

Ada beberapa hal mendasar yang membedakan antara WarNet disana dibandingkan dengan disini yaitu harga (mahal banget), kecepatan (cepet banget), kebutuhan (kaga cuma untuk internet).

Bicara mengenai harga, seperti biasa apa sih yang murah disana? :-) Lama penyewaan mulai dari 15 menit sampai setengah hari dengan biaya rata-rata sekitar 500 Yen (sekitar 50.000 rupiah) untuk 15 menit dan 1500 Yen (150 ribu rupiah) untuk 7-9 jam.



Nah, kalau bicara kecepatan sih tidak usah ditanya, rata-rata kecepatan internet disana saat ini minimal 10 Mbps jadi pasti jauh lebih cepat dibandingkan disini (Indonesia).

Internet cafe di Jepang juga kebanyakan tidak hanya sekedar tempat untuk ber-internet ria tetapi juga biasanya kita bisa membaca buku komik (manga) secara gratis dengan koleksinya yang lumayan banyak.


Dan bicara mengenai tempat itu sendiri, mereka biasanya membaginya dalam 2 bagian yaitu ruangan terbuka dan ruangan tertutup untuk privasi dengan bentuk bilik-bilik kotak (cubicles).

Dan tergantung permintaan, kita bisa memilih untuk satu bilik bisa diisi 1 orang, 2 orang atau lebih dari 2 orang. Dan kadang, mereka juga menyiapkan 2 komputer dalam satu bilik.

Sebagian besar bilik tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai macam alat, mulai dari komputer itu sendiri, webcam, mic dan juga TV untuk menonton.

Bagi anda yang perokok, jangan kuatir mereka juga menyediakan tempat bagi para perokok, lihat aja foto dibawah, itu ada asbak kan??

Walaupun sedikit mahal untuk ber-internetan disini, ada satu hal yang lumayan membuat kita sedikit senang yaitu kita bisa minum sepuasnya sampai kembung (dan GRATIS) kecuali untuk makanan kecilnya, kita harus bayar.

Terakhir, bicara soal kebutuhan, belakangan ini ternyata internet cafe disana tidak sekedar untuk internet tetapi juga sebagai tempat tidur bagi orang-orang tertentu seperti pekerja paruh waktu atau sama seperti Love Hotels digunakan juga untuk tempat untuk bermalam bagi orang yang sudah ketinggalan kereta.

Alasannya sama saja dengan Love Hotels, yaitu internet cafe jauh lebih murah dibandingkan dengan mereka menginap di hotel, ditambah selain bisa tidur, mereka juga bisa internetan, baca komik (manga), mandi air hangat (ada kamar mandi tetapi harus bayar biasanya) bahkan minum sampai kembung.

Satu hal yang sebenarnya sekarang menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah disana seiring dengan meningkatnya pengganguran dan juga orang yang mendadak tidak punya tempat tinggal (homeless) adalah keberadaan internet cafe sudah mulai berubah fungsi sebagai rumah sementara bagi mereka yang tidak punya tempat tinggal.

"Tsukumo-gami" Hantu-hantu Jepang yang unik

Jepang emang kaya akan teknologi and inovasi. Hampir tiap taon, selalu aja ada inovasi anyar yang makin mempermudah idup manusia, jadi kagak usah heran kalo dalam waktu singkat evolusi besar-besaran terjadi pada alat kehidupan sehari-hari. Perabotan dan peralatan yang awalnya didesain sederhana , sekarang justru hadir dengan keunggulannya masing-masing. Jadi gak aneh kalo benda-benda yang dulu pernah dipake dalam waktu lama ujung-ujungnya malah dianggep jadul or kuno. Nggak sedikit orang-orang yang tetep naro barang-barang lawasnya di rumah, walopun gak kepake lagi. akhirnya lama kelamaan tuh barang mulai kotor, berdebu, rusak dan akhirnya jadi rongsokan yang gak berguna.

Masyarakat jepang percaya, kalo benda-benda itu didiemin gitu aja tanpa pernah dipake (atau minimal dirawat lah…) lagi bakalan jadi medium empuk mahluk halus buat bersemayam didalemnya. Mahluk halus yang ngerasukin benda itu, biasanya yang punya “kesamaan nasib” ama benda-benda itu sendiri. misalnya terbuang, dilupain dan gak dipeduliin lagi. mungkin mahluk halus ini beranggapan kalo benda yang udah dipake lama ama, berarti telah mengabdi juga ama pemiliknya. Dan kalo dibuang gitu aja tanpa perlakuan layak, maka otomatis mereka bakal “sewot” atawa “marah”. Kondisi kayak gini yang ngebuat mahluk halus jadi betah tinggal didalemnya. Dan kalo ini akhirnya kejadian, benda-benda itu berubah menjadi youkai (dedemit) yang disebut Tsukumo-gami.









Dalam kepercayaan agama Shinto, segala hal yang ada di muka bumi ini, mau yang idup ataupun yang mati, sama-sama punya potensi jadi tempat bersemayam lelembut. Dengan kata laen benda apapun bisa jadi Tsukumo-gami. Mulai dari alat musik kuno, lampion, pakean, patung, payung, mesin ketik ampe maenan anak, semuanya punya potensi buat jadi Tsukumo-gami kalo gak pernah digunain. Tapi itu belom seberapa, lebih parah lagi kalo yang jadi Tsukumo-gami itu senapan, pisau, kampak, dan alat-alat berbahaya laennya. Keberadaan Tsukumo-gami sendiri bener-bener ngeganggu. Mereka hobi banget bikin keributan-keributan atau nggak ngejailin dengan tujuan nyari perhatian. Tsukumo-gami bakal meluapkan perasaan terlantarnya pada sang majikan supaya diperhatiin lagi.
Hantu payung kara-kasa adalah salah satu jenis Tsukumo-gami yang paling beken. Pada masa Heian, konon pernah terjadi Hyakki Yagyo (pawai/parade mahluk halus pas malem hari), dimana sejumlah benda berhantu melakukan Long March (cailah…gaya banget) di penjuru Heiankyo (sekarang dikenal dengan nama Kyoto), dan sempet ngelakuin aksi terror di berbagai tempat termasuk pusat pemerintahan Jepang yang waktu itu berpusat di Kyoto. Dan menurut legenda , benda ini kemudian ilang memasuki rerimbunan hutan di pegunungan. Dikabarkan mereka membentuk komunitas yang damai di sana, tanpa embargo, tanpa pemadaman bergilir, dan tanpa rasa khawatir akan ledakan tabung elpiji ukuran 3kg. (iyah, emang gak nyambung.)
Jalanan yang dulu dijadiin tempat pawai lelembut ini sampe sekarang masih ada di Kyoto, namanya Ichijo-dori. Dulu jalan ini gak cuma dijadiin jalur transportasi umum doang, tapi juga sekaligus menjadi garis tapal batas antara kaum perkotaan dan perkampungan kumuh. Dan sekarang di sekitar 
situ juga ada kuil yang dikhususin buat nyimpen jarum, kacamata, dan benda laennya yang pernah dianggap berjasa membantu manusia. Soalnya, berdasarkan kepercayaan animisme keagamaan Jepang, itu kuil sengaja dibikin khusus buat ngehargain seklaigus ngehormatin benda-benda keramat tersebut.






Bisa keroyokan atau nggak sendiri-sendiri, caranya bisa dengan ngehasilin bunyi-bunyian gaduh (kalo tuh benda bisa ngeluarin bunyi), menari, jejeritan, ketawa-ketawa gak jelas, atau apapun yang pokoknya bisa bikin orang merinding. Mereka yakin hanya dengan nampakin diri, manusia udah cukup buat dibikin lari pontang-panting gak karuan. Namun yang perlu diwaspadain kalo Tsukumo-gami udah ngumpulin sesamanya trus ngelakuin Long march kayak yang udah kejadian di Kyoto, bisa jadi mereka emang pengen ngelampiasin perasaan marah n’ kecewanya ampe kudu ngumpulin “pengikut” sebanyak mungkin (belakangan cara ini diikutin ama pejabat kita kalo lagi masa pemilihan…).
Kalo agan percaya ama mitos ini, cara terampuh buat ngelindungin diri adalah dengan cara terus ngerawat barang kepunyaan sebaik mungkin. Mungkin agan-agan sekalian pernah punya Mp3 atau Walkman kesayangan yang dulunya pernah jadi barang ngetrend tapi sekarang udah ketinggalan jaman ampe dibiarin kagak dirawat. Walopun begitu, tolong tetep dijaga dan dirawat dengan baik, karena barang yang udah ditelantarin tapi masih disimpen di rumah bisa jadi tempat yang nyaman bagi para lelembut untuk kemudian menyulapnya menjadi Tsukumo-gami.


Ningyo-Kuyo. Upacara khusus buat boneka. Di upacara ini, masyarakat Jepang akan datang rame-rame ke kuil sambil ngebawa Boneka atau maenan figure sejenis yang udah disimpen bertaon-taon lamanya buat kemudian dibakar. Tapi gak sembarang dibakar lho, cara ngebakarnya kudu pake ritual keagamaan khusus. Gunanya, supaya tuh boneka gak bakal dijadiin tempat bersemayam mahluk halus dikemudian hari. Ampe sekarang upacara yang satu ini masih eksis lho di Jepang.

Macam-macam Tsukumo-gami :
-Bakezori : Sendal Jerami
-Karakasa : Payung
-Chochinobake : Lentera/lampion
-Ittan-momen : Kain Katun
-Biwa Yanagi : biwa [Kecapi Yang Berasal Dari jepang]
-Furu-utsubo: Guci Tua
-Shirouneri : kelambu nyamuk yang dibuang atau kain berdebu.
- Jotai: kain tersampir dari layar lipat
- Morinji no okama : Teko Teh
- Ungaikyou: Cermin
-Kyourinrin: Gulungan dan Kertas
- Zorigami: Jam Dinding Tua
- Ichiren-Bozu : Semacam Tasbih atau alat berdoa’a
- Yamaoroshi : Saringan atau parut
- Abumi-guchi: sanggurdi 

Spa Unik dengan Mie Ramen & Anggur Merah



Tempat spa populer di Hakone, Jepang memberikan perawatan unik untuk tubuh. Adalah Yunessun Spa yang memberikan pilihan spa dengan berbagai rasa.

Mandi dengan teh hijau, kopi, anggur merah, sake dan mie ramen merupakan beberapa alternatif pilihan spa di Yunessun Spa. Tempat spa unik itu mengklaim semua kandungan dari berbagai minuman dan makanan itu mengandung banyak manfaat bagi kulit.

'Menu' spa terunik adalah berendam dengan mie ramen. Seperti dikutip dari Realstyle Network, bathtubnya dibuat seperti mangkuk mie dan dihias dengan helaian kain yang menyerupai mie yang tergantung di atas bak.

Di dalam mangkuk besarnya berisi kuah mie ramen. Kuah kental mie ramen dan campuran bawang putih, dipercaya bagus bagi kolagen kulit.

Perawatan lainnya adalah teh hijau yang bermanfaat dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sedangkan anggur merah, berasal dari sejarah Ratu Mesir, Cleopatra yang sangat menyukai berendam di anggur merah.

Spa lainnya di Yunessun Spa adalah kopi. Kopi dipercaya bagus untuk kulit dan membantu pemulihan dari kelelahan.

Tertarik ingin mencobanya? Bila Anda berencana akan berlibur ke Jepang, jangan lupa untuk mengunjungi Yunessun Spa yang berada di kota Hakone.

Sindrom Aneh yang Hanya Dialami Orang Jepang

Hamamatsu, Ilmu psikiatri mengenal jenis sindrom atau gejala khas yang berhubungan dengan budaya, salah satunya bisa ditemukan di Jepang. Sedikitnya, orang Jepang punya 4 gangguan perilaku aneh yang jarang terjadi pada individu yang berasal dari kebudayaan lain.

Sindrom yang berhubungan dengan budaya tertentu disebut culture specific syndrome. Sebagian besar merupakan gangguan mental dan perilaku, meski ada juga yang berupa penyakit fisik misalnya sindrom Nakalanga di Uganda yang menyebabkan penderitanya muntah terus menerus.

Meski masih kontroversial karena belum banyak diteliti, culture specific syndrome diakui sebagai kategori tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang disusun oleh American Psychiatric Association. Di dalamnya terdapat sejumlah sindrom unik dari berbagai kebudayaan.

Salah satunya adalah sindrom unik dari Jepang yakni Taijin Kyofusho yang kurang lebihnya bisa diartikan sebagai gangguan (sho) rasa takut (kyofu) terhadap hubungan interpersonal (taijin). Dalam bahasa Inggris, sindrom ini disebut dengan istilah social anxiety disorder.

Meski demikian, gejala yang muncul dalam Taijin Kyofusho sangat khas dan tidak sama seperti social anxiety disorder pada orang barat. Gejalanya hanya dialami oleh orang yang hidup dengan kebudayaan Jepang atau beberapa kebudayaan lain di Asia Timur.

Dikutip dari Informahealthcare, Kamis (23/12/2010), keempat gejala yang termasuk sindrom Taijin Kyofusho adalah sebagai berikut.

1. Sekimen-kyofu, yakni takut melihat wajah yang bersemu kemerahan (ereuthophobia)
2. Shubo-kyofu, yakni takut pada cacat tubuh atau (body dysmorphic disorder)
3. Jikoshisen-kyofu, yakni takut untuk menatap lawan bicara
4. Jikoshu-kyofu, yakni takut pada bau badan sendiri (osmophobia)

Dr Katsuaki Suzuki dari Hamamatsu University membuktikan dalam sebuah penelitian terbaru, sindrom ini memang banyak dialami oleh penduduk Asia khususnya Jepang. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat ditemukan di masyarakat yang hidup dengan kebudayaan barat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry tersebut mengungkap, orang Jepang lebih rentan dibanding orang Barat untuk mengalami sindrom tersebut karena adanya konsep tentang rasa malu. Orang Jepang umumnya tak cuma takut merasa malu tapi juga tak ingin mempermalukan lawan bicara.

sumber : detikhealth.com

Permen Unik Khas Jepang



Amezaiku (饴细工) Adalah kerajinan seni permen jepang. . Seniman akan mewarnai gula-gula dan menggunakan tangan serta alat-alat lain seperti pinset dan gunting untuk menciptakan sebuah patung dari permen. Seorang seniman Amezaiku juga memberi warna permen mereka dengan pewarna dapat dimakan untuk memberikan pekerjaan yang lebih menyerupai karakter asli.

Hewan dan serangga adalah bentuk umum yang diciptakan oleh seniman Amezaiku untuk menarik anak-anak . Artis akan sering menciptakan karakter hewan yang rumit dengan kecepatan seorang ahli. Beberapa seniman Amezaiku merupkan artis jalanan yang juga akan melakukan trik sulap dan menceritakan cerita bersama dengan pembuatan kerajinan permen untuk menghibur para pelanggannya.